Sukses Gelar Seminar Dokumentasi Karya Budaya Guna Membangkitkan Semangat Pelestarian Kebudayaan Nusantara

PRINGSEWU, 26 November 2025 – Paguyuban Budaya Bangsa Cabang Pringsewu menjadi saksi kesuksesan gelaran Seminar Dokumentasi Karya Budaya pada Minggu, 23 November 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Kristian Ludovikus Marbun, penerima Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Tahap 1 Tahun 2025, di bawah naungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII – Bengkulu dan Lampung. Seminar yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai ini mengusung tema spesifik, yaitu “Puasa Ngrowot: Menumbuhkan Karakter Penghayat Paguyuban Budaya Bangsa Cabang Pringsewu.”

Acara ini dihadiri oleh tokoh penting Paguyuban Budaya Bangsa Cabang Pringsewu, termasuk Bapak Susangko selaku Ketua Cabang, Bapak Agus Sutanto sebagai Sekretaris Cabang, serta seluruh penghayat Paguyuban Budaya Bangsa Cabang Pringsewu. Seminar berjalan dengan sangat baik, ditandai dengan antusiasme penghayat yang besar. Dinamika diskusi antara pemateri dan peserta berlangsung intens, terutama saat sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan mendalam diajukan, sebagian besar berfokus pada karakter penghayat yang tumbuh atau terbentuk setelah mengamalkan Puasa Ngrowot, berdasarkan buku yang didokumentasikan oleh Kristian Ludovikus Marbun.

Kristian, selaku penulis dan penyelenggara, berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah strategis untuk mencegah kepunahan budaya leluhur Nusantara, khususnya di Kabupaten Pringsewu.

“Dengan adanya pendokumentasian dan seminar ini, saya berharap penghayat dan masyarakat pada umumnya terbangun kesadaran dan pemahaman mendalam tentang pentingnya budaya leluhur bangsa. Secara khusus, Puasa Ngrowot sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang rawan punah, kita harus terus mendorongnya untuk tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Kristian.

Selain pelestarian, harapan besar juga ditujukan kepada eksistensi penghayat aliran kepercayaan, khususnya Paguyuban Budaya Bangsa Cabang Pringsewu. Kristian berharap agar paguyuban tersebut dapat diketahui oleh masyarakat luas, sehingga dapat mempertegas bahwa aliran kepercayaan yang mereka anut bersifat terbuka dan tidak menyembunyikan segala hal dari publik.

Seminar ini menegaskan komitmen bersama dalam membangkitkan semangat pelestarian budaya, menjadikan dokumentasi karya budaya sebagai salah satu kunci dan jalan pembuka bagi pemajuan kebudayaan di Kabupaten Pringsewu. Selain itu, acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolektif antara BPK Wilayah VII, individu pegiat budaya, dan penghayat aliran kepercayaan untuk memajukan serta melestarikan warisan budaya tak benda Bangsa Indonesia. 

(O. Manik)

Array
Related posts
Tutup
Tutup